fbpx
Beranda 🚀 Artikel 🚀 Penggunaan SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air di Berbagai Daerah

Penggunaan SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air di Berbagai Daerah

SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air ~ Kelangkaan air adalah minimnya jumlah air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di suatu wilayah. Kelangkaan air telah mempengaruhi setiap benua kecuali Antartika, dan sekitar 2.8 miliar manusia hidup di daerah yang mengalami kelangkaan air setidaknya sebulan dalam setahun. Lebih dari 1.2 miliar manusia memiliki akses terhadap air minum yang tidak mencukupi.

Air menutupi 70% dari planet kita, dan mudah untuk berpikir bahwa itu akan selalu berlimpah. Namun, air tawar — barang yang kita minum, mandi, mengairi ladang pertanian kita  sangat jarang. Hanya 3% dari air dunia adalah air tawar, dan dua pertiga darinya tersimpan di gletser beku atau tidak tersedia untuk kita gunakan. Akibatnya, sekitar 1,1 miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke air, dan total 2,7 miliar menemukan kekurangan air untuk setidaknya satu bulan dalam setahun. Sanitasi yang tidak memadai juga menjadi masalah bagi 2,4 miliar orang mereka terpapar penyakit, seperti kolera dan demam tifoid, dan penyakit yang ditularkan melalui air lainnya.

 SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air

SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air Dampak Kekurangan Air

Dengan SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air. Bisa mengatasi kelanggakan air di berbagai daerah. Air akan terpenuhi dengan pemurnian air asin menjadi air tawar aman dan sehat di konsumsi oleh masyarakat. Dengan adanya SWRO dan BWRO kelanggaan air, tidak usah bingugn dengan teknologi SWRO dan BWRO di zaman moderen ini. SWRO dan BWRO Solusi Kelangkaan Air

Dampak Kekurangan Air

Dua juta orang, kebanyakan anak-anak, meninggal setiap tahun karena penyakit diare saja. Banyak sistem air yang menjaga ekosistem berkembang dan memberi makan populasi manusia yang tumbuh telah menjadi stres. Sungai, danau, dan akuifer mengering atau menjadi terlalu tercemar untuk digunakan.

Lebih dari separuh lahan basah dunia telah hilang. Pertanian mengonsumsi lebih banyak air daripada sumber lainnya dan banyak membuangnya melalui ketidakefisienan. Perubahan iklim mengubah pola cuaca dan air di seluruh dunia, menyebabkan kekurangan dan kekeringan di beberapa daerah dan banjir di tempat lain.

Pada tingkat konsumsi saat ini, situasi ini hanya akan bertambah buruk. Pada tahun 2025, dua pertiga populasi dunia mungkin menghadapi kekurangan air. Dan ekosistem di seluruh dunia akan semakin menderita.

Bagi bapak/ibu sobat INVIRO semua, yang sedang mencari/membutuhkan alat water treatment/filter penjernih air dan peralatan air minum dengan harga yang cukup murah dan kompetitif, silahkan menghubungi ke nomor telepon kontak layanan CS Kami Disini dan pastikan bapak/ibu semua dilayani oleh CS INVIRO secara professional. Ref.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *